Kasas Wombik dan Keln Tosara
Kasas
Wombik
dan
Keln
Tosara

Kisah suku Moi di Tanjung Saoka dan Kasuari tentang dua anjing berburu yang berubah wujud menjadi hantu Kasas Wombik dan kekalahan mereka oleh burung Keln Tosara.

Keberanian dan persatuan warga yang dibantu pertanda alam mampu mengalahkan teror gaib dan mengembalikan kedamaian di pesisir Papua.

Perburuan di Tanjung Saoka

Alkisah pada suatu pagi, seorang bapak bersama dua ekor anjingnya pergi berburu ke Tanjung Saoka dan Kasuari. Sepanjang hari mereka mencari hewan buruan di dalam hutan lebat. Menjelang sore, anjing-anjing itu menggonggong kencang setelah mencium bau seekor lau-lau (kangguru papua) yang berusaha menyelamatkan diri.

Dengan sigap, sang bapak melemparkan tombaknya dan berhasil melumpuhkan lau-lau tersebut. Namun karena buruannya sangat berat, ia bermaksud mencari sebatang bambu untuk mengangkutnya pulang. Ia meminta kedua anjingnya, yang bernama Wombik, untuk menjaga hasil buruan yang digantung di pohon.

Anjing yang Berbicara dan Berubah Wujud

Ketika sang bapak pergi mencari bambu, kedua anjing itu memandang lau-lau dengan lapar dan berbincang layaknya manusia tentang bagian daging yang akan mereka dapatkan.

Anjing Wombik

Ah trada, paling nanti tuan bilang kitong dapat dia pu tali perut kapa dengan dia pu kaki-kaki dan tulang-tulang itu.

Sang tuan yang kembali membawa bambu terkejut mendengar percakapan manusia dari balik pohon. Ketika mengintip, betapa kagetnya ia melihat bahwa yang berbincang adalah kedua anjingnya sendiri. Saat menyadari keberadaan tuannya, kedua Wombik seketika berubah wujud menjadi sosok hantu terbang (Kasas Wombik) yang mengerikan.

Dengan ketakutan luar biasa, sang bapak lari meninggalkan tombak dan buruannya menuju permukiman warga di tepi pantai sambil berteriak, 'Kasas, kasas wombik, kasaaasss!'

Pertarungan Keln Tosara dan Daun Kiwuru

Kedua hantu Wombik terbang mengejar hingga ke Tanjung Kasuari. Selama berhari-hari warga desa berusaha menangkap dan melumpuhkan hantu terbang itu namun selalu gagal karena Wombik melompat dari satu batu ke batu lainnya.

Percobaan warga ini diamati oleh seekor burung. Burung cerdik itu mengetahui kelemahan Wombik. Ia mengambil daun dari tumbuhan kiwuru lalu menggosokkannya ke batu-batu pijakan Wombik sehingga menjadi sangat licin.

Saat Wombik hinggap di atas batu yang telah diolesi daun kiwuru, kakinya tergelincir dan keduanya jatuh tak berdaya. Wombik akhirnya tewas tertimbun bebatuan yang runtuh menimpa tubuh mereka.

Sebagai tanda kemenangan dan pembebasan warga dari teror Kasas Wombik, burung itu mengusapkan darah Wombik ke dadanya hingga berwarna merah. Hingga kini, burung berdada merah tersebut dinamai Keln Tosara oleh masyarakat Suku Moi, dan kisahnya diabadikan dalam lagu adat Kasas Wombik.

Cerita Lainnya

Jelajahi Kisah Lainnya